5 Tahapan Menulis – Proses di Balik Tulisan yang Kamu Baca

Kita pasti sudah sering nemuin copywriting yang memancing, tulisan yang bikin kita amaze, sampai buku yang menguras emosi.
Tapi, kamu penasaran gak apa persamaan dari ketiga jenis karya tulis di atas?
Ya, semuanya punya konsep tahapan menulis yang sama. Meskipun secara spesifiknya sudah pasti beda, tapi secara umum ada persamaannya.
Setiap tulisan yang bikin kamu terkesan pasti punya tahapan menulis yang mapan. Simpelnya, kita bisa bagi jadi lima tahapan.
Mau tahu apa saja tahapannya?
5 Tahapan Menulis
Berikut adalah lima tahapan menulis yang berlaku untuk semua jenis karya tulis – dari copywriting, artikel blog, sampai buku. Apa saja?
1. Pratulis
Pratulis adalah tahapan pertama dalam proses menulis – ketika kamu sudah dalam kondisi mempersiapkan modal awal untuk membuat sebuah tulisan.
Meskipun kamu belum mengetik satu huruf pun, tahapan ini penting banget karena berperan sebagai fondasi utama dalam tulisanmu.
Artinya, kualitas fondasi tulisanmu tentu akan ngaruh ke kualitas tulisanmu secara keseluruhan.
Ibarat rumah, fondasi itu harus dibuat pertama dan progressnya pasti gak akan keliatan secara kasat mata.
Pada tahapan ini, seorang penulis bakal ngelakuin:
- Memilih tema dan topik pembahasan.
- Menjabarkan tujuan, format, dan audiens dari karya tulis.
- Melakukan riset referensi.
- Melakukan riset outline atau kerangka.
Nah, di tahapan menulis ini pula, seorang penulis akan sering melakukan yang namanya brainstorming.
2. Pembuatan Karya Tulis
Modalnya sudah disiapkan di tahapan pratulis. Sekarang, seorang penulis bisa membuat karya tulis yang ia inginkan.
Seorang penulis akan membuat draft kasar, kemudian memolesnya hingga terbentuk tulisan versi final.
3. Tahapan Revisi
Kemudian, tulisan akan dievaluasi dan masuk ke tahapan revisi. Rasanya jarang banget ada tulisan yang bener-bener lolos dari revisi.
Di sini, seorang penulis akan diberikan feedback terkait apa saja yang ia perlu perbaiki di artikelnya – yang berhubungan dengan data (angka, statistik, dan sebagainya), urutan penulisan, dan scope informasi yang terkandung di tulisan.
4. Penyuntingan/Editing
Setelah dapat masukan di tahap revisi, sekarang seorang penulis waktunya untuk menyunting. Tahap ini berfungsi sebagai tahap “penyempurnaan” sebuah tulisan sebelum publikasi.
Seorang penulis harus punya kemampuan tata bahasa, ejaan, dan hal yang berhubungan dengan kebahasaan saat melakukan editing. Selain itu, pastikan hasil editing sudah sesuai sama revisi.
Pada proses ini, editing bisa dilakukan oleh penulis yang bersangkutan. Tapi, banyak kasus yang proses editingnya dilakukan oleh editor khusus.
5. Publikasi
Oke, tulisan sudah dianggap bagus dan layak untuk disebar. Sekarang waktunya untuk publikasi tulisan.
Ternyata, Ada Proses Panjang di Balik Tulisan Berkualitas
Selama ini kita selalu terkagum-kagum sama tulisan yang benar-benar bisa menarik perhatian.
Tapi ternyata, tulisan tersebut harus melewati tahapan menulis yang panjang sebelum sampai di depan hadapan kita.
Tulisan bisa kita ibaratkan seperti rumah atau pohon – pertama kali dimulai dari fondasi. Fondasi inilah yang nantinya akan jadi penentu kualitas tulisan di akhir.
Pembentukan fondasi ini seperti riset dan pengumpulan data untuk mendukung tulisan yang akan dibuat.Setelah proses fondasi selesai, baru tulisan bisa masuk proses pembuatan, revisi, editing, sampai pada akhirnya bisa terbit dan kita semua baca.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu tahapan menulis?
Kenapa tahap pratulis itu penting?
Apakah semua penulis harus melewati tahapan ini?
Siapa yang biasanya melakukan proses editing?
Referensi
5 Tahapan Menulis yang Perlu Diperhatikan



